Komputer AS Dinamakan Dunia Tercepat
Menurut laporan yang dirilis pada 15 November 2012, superkomputer Cray di Laboratorium Nasional Oak Ridge milik Pemerintah AS telah menjadi superkomputer IBM di pusat penelitian Amerika lainnya. Titan, sistem Cray XK7 yang dipasang di Oak Ridge mencapai 17.59 Peta jepit (quadrillions of kalkulasi per detik). Sistem ini didanai oleh Departemen Energi Amerika Serikat, dan digunakan untuk penelitian dalam energi, perubahan iklim, mesin yang efisien, bahan dan penelitian ilmiah lanjutan lainnya.

Titan merobohkan IBM Sequoia di Lawrence Liver, National Laboratory, California, ke tempat kedua. Sequoia, yang dinyatakan sebagai sistem tercepat dunia pada Juni 2012, hanya dapat mengelola 16,32 Peta jepit dalam kontes. Dalam lima besar, yang lain adalah komputer Fujitsu di Kobe, Jepang; sistem IBM Blue Gene / Q bernama Mira di Chicago, AS; dan sistem IBM Blue Gene / Q lainnya bernama Queen di Jerman. Survei menemukan bahwa 251 dari 500 sistem tercepat di dunia berada di Amerika Serikat, 105 di Eropa dan 123 di Asia, termasuk 72 di China.

Ilmuwan Temukan Cara Mengubah Warna Emas
Para ilmuwan untuk pertama kalinya menemukan cara untuk mengubah warna emas, logam mulia yang paling ikonik di dunia. Para peneliti dari University of Southampton, AS, telah menemukan bahwa dengan memunculkan pola-pola kecil yang dibangkitkan atau di-indentasi ke permukaan logam, mereka dapat mengubah cara menyerap dan memantulkan cahaya. Hasilnya adalah bahwa mata manusia tidak melihatnya sebagai warna "emas" sama sekali.

Penemuan terobosan sama berlaku untuk logam lain seperti aluminium dan perak. Ini membuka prospek pewarnaan logam tanpa harus melapisi atau secara kimia memperlakukannya, memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan lainnya yang berharga.

Teknik ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri yang mencakup pembuatan perhiasan. Ini juga dapat digunakan untuk membuat uang kertas dan dokumen yang lebih sulit dipalsukan. Ini dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai warna pada logam tertentu.

Sarung Tangan Yang Memungkinkan Tangan Untuk Berfungsi Sebagai Keyboard Nirkabel
Para peneliti dari University of Alabama, AS, telah merancang sarung tangan baru yang memungkinkan tangan pengguna untuk berubah menjadi keyboard nirkabel. Alih-alih menekan tombol pada keyboard, pengguna hanya menyentuh jempol ke titik-titik tertentu di jari-jari mereka yang diberi huruf atau fungsi keyboard lainnya. Benang konduktif membawa perintah ke Printed Circuit Board (PCB) berukuran kotak korek yang ditempelkan di bagian belakang sarung tangan. PCB mengirimkannya ke perangkat yang ditargetkan melalui Bluetooth.

Nama sarung tangan tersebut adalah Gauntlet, yang merupakan akronim untuk Peristirat Ketahanan Rendah Nomida Elektronik yang Dapat Diakses Secara Universal. Ini fitur sarang benang konduktif berjalan melalui jari-jari dan telapak tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *